fbpx
Cahaya Pendidikan

Perjalanan sebuah kantor ZISWAF tidak terlepas dari beragam macam pengajuan bantuan baik yang jelas secara identitas diri, hingga yang tidak jelas.

Selama perjalanan LAZ Nahwa Nur, menurut Dudi Jukardi  selaku General Manager, Nahwa Nur memegang prinsip Charity dalam menanggapi aduan mustahik yang secara identitas diri jelas dan terdesak, “Agar banyak doa dari para mustahik untuk kemajuan kantor kita dalam mengentaskan kemiskinan, paparnya 6/02/2019.

Sudah cukup banyak para mustahik yang terdesak, terbantu melalui prinsip Charity ada yang di publish dan belum sempat di publish, salah satunya Hery Suprihanto seorang bapak berusia 48 tahun yang merupakan yang merupakan seorang buruh bangunan tetapi sudah beberapa bulan ia menganggur sehingga istrinya harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Istrinya bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga, Hery dan istri memiliki dua anak laki-laki yang masih bersekolah di jenjang SMA dan SD.

Pada tanggal 30 januari lalu, Hery yang beralamat di Jln. Pesantren Kec. Kedunghalang Kota Bogor. Ia mendatangi kantor LAZ Nahwa Nur untuk mengajukan bantuan tunggakan biaya les anaknya yang masih duduk di sekolah dasar, menurut Herry , “Mudah-mudahan Nahwa Nur bisa membantu, tuturnya”.

Baca Juga : Apresiasi Pengabdian Guru Honorer

Sikap Hery terhadap pendidikan anaknya sangat perduli, sehingga pada 7/02/2019 LAZ Nahwa Nur membantu tunggakan anaknya.

tunjangan pendidikan

Melalui sikap Charity kami mengharapkan banyak doa kebaikan untuk LAZ Nahwa Nur serta para donatur.

Melalui Charity juga kami berharap semakin banyak Mustahik yang terbantu, sehingga dapat mengentaskan kemiskinan dan membangun kemandirian masyarakat.